Foto untuk : Stimulus Perizinan Gairahkan Properti di Jakarta

Stimulus Perizinan Gairahkan Properti di Jakarta

Jakarta, Investor.id – Percepatan izin bangunan dan gedung di DKI Jakarta dinilai mampu menggairahkan bisnis properti di DKI Jakarta. DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta optimistis perekonomian juga dapat ikut terkerek.

“Percepatan pengurunan izin yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan stimulus yang kami tunggu-tunggu, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Stimulus perizinan ini sangat positif untuk kami. Stimulus ini akan mampu menggairahkan bisnis properti di DKI Jakarta,” ujar Arvin F Iskandar, ketua DPD REI DKI Jakarta, kepada Investor Daily, Selasa (9/2).

Sebagaimana diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Peraturan Gubernur Nomor 118 Tahun 2020 tentang Izin Pemanfaatan Ruang, menegaskan bahwa perizinan gedung hanya dalam 57 hari, dari sebelumnya memakan waktu 360 hari. Langkah ini dilakukan dalam rangka mempercepat perizinan gedung dan mendorong geliat sektor properti, sebagai salah satu sektor yang memiliki multiplier effect terhadap pemulihan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

“Kami menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan semula 360 hari menjadi 57 hari kerja untuk bangunan umum,” ujar Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati dalam konferensi pers, Senin (8/2).

Dia menambahkan, untuk bangunan rumah tinggal akan lebih cepat lagi, yakni 14 hari kerja. Sri mengatakan, upaya ini dilakukan karena Pemprov DKI Jakarta meyakini bahwa industri properti dapat mendongkrak pemulihan ekonomi di masa pandemi. Sektor properti memiliki kemampuan penyerapan tenaga kerja dalam skala besar, dapat meningkatkan pendapatan daerah, mendatangkan investasi dan memiliki karakteristik bisnis yang jangka panjang.

“Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan pakar dan praktisi untuk mendapatkan masukan. Sehingga, menghasilkan peraturan perizinan yang lebih sederhana dan efektif namun tetap dengan prinsip kehati-hatian,” ujar Sri. Menurut Arvin, stimulus perizinan itu akan mampu memajukan perekonomian kembali. Hal itu mengingat industri properti terkait dengan 170-an industry lainnya. “Karena itu, jika properti berjalan akan mampu memajukan kembali perekonomian yang terpukul oleh adanya pandemi Covid-19,” katanya. Dia menambahkan, manfaat itu tidak hanya akan dirasakan oleh para developer. Manfaat juga akan dirasakan oleh masyarakat, termasuk Pemprov DKI Jakarta. “Pemprov DKI Jakarta juga akan mendapatkan manfaat berupa pemasukan pajak,” tutur Arvin.

Proses Pemulihan Sementara itu, kata Arvin, bila proses vaksinasi Covid-19 berjalan dengan efektif akan mampu menggairahkan sektor properti. “Kondisi properti di Jakarta sejak akhir 2020 terasa mulai ada peningkatan penjualan walau sedikit. Setelah vaksinasi Covid-19 berhasil, kami harapkan peningkatannya akan lebih besar,” tuturnya. Dia mengatakan, dari hampir 400 anggota REI DKI Jakarta, berharap adanya peningkatan pada 2021 seiring dengan bergulirnya vaksinasi kepada masyarakat. Bisnis properti di DKI Jakarta selama pandemi Covid-19 cukup berat. Hampir semua sektor terkena dampak, mulai dari hunian seperti apartemen, perkantoran hingga perhotelan. “Prediksi kami, bila vaksinasi berjalan baik kalangan end user apartemen akan kembali membelanjakan uangnya.

Saat ini, ada peningkatan penjualan, tapi masih sedikit. Kami berharap pada triwulan III-2021 akan mulai ada peningatan signifikan,” tutur Arvin.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul "Stimulus Perizinan Gairahkan Properti di Jakarta"

Editor : Edo Rusyanto